(Webinar) Implementasi IPv6 di FTTH
Webinar kali ini akan menjelaskan tentang IPv6
1. IPv6
IPv6 dirancang untuk
menggantikan IPv4, tetapi transisi penuh belum terjadi hingga saat ini.
Alasan menggunakan IPv6
Berikut beberapa alasan utama mengpa IPv6 dibutuhkan:
- jumlh Alamat IPv4: Jumlah alamat IPv4 sudah hampir habis, membuat sulit untuk mengalokasikan alamat baru.
- Ruang Alamat yang Lebih Luas: IPv6 menawarkan ruang alamat yang jauh lebih besar (340 undecillion) dibandingkan IPv4.
- Header Paket yang Disederhanakan: Memungkinkan perutean dan pemrosesan data yang lebih cepat.IPv6 Menghilangkan Kebutuhan NAT: Karena setiap perangkat dapat memiliki alamat global yg unik.
- IPv6 mendukung IPsec: IPv6 dirancang dengan dukungan IPsec (Internet Protocol Security) yang terpasang secara bawaan. Rekomendasi RFC6434 menyatakan bahwa IPv6 seharusnya menggunakan IPsec.
- Tidak Ada Domain Broadcast: IPv6 tidak memiliki konsep broadcast domain, yang dapat meningkatkan efisiensi jaringan.
2. Konfigurasi Alamat IPv6
Berikut cara konfigurasi alamat IPv6:
*Auto-konfigurasi link-local address: Menggunakan prefix fe80::/10.
- Stateless Address Auto-Configuration (SLAAC):
- Mekanisme auto-konfigurasi alamat tanpa server.
- Menggunakan router solicitation dan router advertisement.
- Hanya bisa bekerja dengan prefix /64.
- Metode paling umum untuk memberikan alamat IPv6 ke perangkat klien.
- Didukung oleh sebagian besar perangkat yang memiliki kemampuan IPv6.
- Opsi tambahan dengan DHCPv6: Dapat digunakan bersama SLAAC.
B. Stateful:
- DHCPv6:
- Mirip dengan DHCP IPv4.
- Stateful, artinya server mencatat setiap alamat yang diberikan.
- Tidak didukung pada beberapa perangkat (misalnya, perangkat Android).
- Memiliki mode Prefix Delegation (PD) untuk mendistribusikan prefix IPv6 ke perangkat lain. Perangkat yang menerima PD dapat memberikan address pool IPv6 ke kliennya.
- Konfigurasi alamat IPv6 manual.
- Biasanya digunakan pada perangkat jaringan seperti router.
- Membutuhkan definisi rute atau default gateway.
3. Dual Stack
- Dual Stack adalah implementasi di mana IPv4 dan IPv6 bekerja berdampingan.
- Cara yang paling direkomendasikan untuk mengimplementasikan IPv6.
- Meskipun IPv6 telah ada, IPv4 masih banyak digunakan oleh aplikasi dan server web.
4. IPv6 Routing
- Bekerja mirip dengan classless routing IPv4.
- Ukuran subnet bisa bervariasi.
- SLAAC hanya bekerja dengan prefix /64.
- Protokol dynamic routing seperti OSPFv3, RIPng, dan BGP juga didukung.
5. Preparing IPv6 Pool for PPPoE
- Dibutuhkan dua pool IPv6 untuk PPPoE: satu untuk ONU itu sendiri dan satu lagi untuk Prefix Delegation (PD).
- Tips: Jika ONU tidak memerlukan alamat global unicast, bisa menggunakan alamat unique local untuk menghemat prefix.
6. Perbedaan IPv6 vs IPv4
- Address Space: IPv4 memiliki 32 bit, IPv6 memiliki 128 bit.
- Jumlah Kemungkinan Alamat: IPv4 memiliki 2^32 alamat, IPv6 memiliki 2^128 alamat, yng jumlahnya jauh lebih besar.
- Format Alamat: Alamat IPv4 ditulis dalam desimal dngn titik (contoh: 192.0.2.1), IPv6 menggunakan heksadesimal dengan titik dua (contoh: 2001:db8:3:4:5:6:7:8).
- Panjang Header: Header IPv4 memiliki panjang 20 byte, header IPv6 memiliki panjang 40 byte.
- Header Fields: IPv4 memiliki 14 header fields, sedangkan IPv6 memiliki 8.
- IPsec: Pada IPv4 IPsec bersifat opsional, IPv6 IPsec seharusnya digunakan (SHOULD).
7. Notasi Alamat IPv6
- Alamat IPv6 terdiri dari delapan field, masing-masing 16 bit, yang totalnya 128 bit.
- Alamat ditulis dalam format heksadesimal (basis 16).
- Setiap field dipisahkan oleh tanda titik dua (:).
- Nol di awal dapat dihilangkan. Misalnya, 2001:4860:0000:0000:0000:0000:0000:8888 dapat disingkat menjadi 2001:4860:0:0:0:0:0:8888.
- Urutan field yang seluruhnya nol dapat diganti dengan ::. Misalnya, 2001:4860:0000:0000:0000:0000:0000:8888 dapat disingkat menjadi 2001:4860::8888.
8. IPv6 Subnetting
- Secara teknis, konsepnya mirip dengan subnetting IPv4.
- Tujuannya untk mendefinisikan jaringan IPv6.
- Panjang totalnya 128 bit, dengan subnet paling umum untuk perangkat klien menggunakan /64.
- SLAAC harus menggunakan subnet /64.
- Subnetting didefinisikan oleh Routing Prefix + Subnet Identifier = IPv6 Network.
- Contoh subnet /64: 2001:db8:beef:cafe::/64.
- Contoh subnet /48: 2001:db8:beef::/48.
9. Konfigurasi Alamat IPv6
Ada dua cara konfigurasi alamat IPv6:
- SLAAC (Stateless Address Auto-Configuration): Memberikan alamat IP, gateway, dan DNS secara otomatis.
- DHCPv6:
- Untuk pengguna (for users): Menyediakan alamat IP, gateway, dan DNS. Bisa juga menyediakan opsi tambahan jika dikombinasikan dengan SLAAC.
- DHCPv6 PD (Prefix Delegation): Dikhususkan untuk host jaringan. Menyediakan prefix, rute ke jaringan, dan binding (lease).
Kunjungi situs resmi kami di https://radnet-digital.id untuk informasi lebih lanjut.


Comments
Post a Comment